Elastomeric Bearing Pad atau bantalan penahan jembatan
elastomer, merupakan salah satujenis dari bantalan penahan jembatan.
Bantalan penahan jembatan diperlukan untuk menyalurkan reaksi girder
(balok penopang jembatan) tanpa memberi tekanan berlebihan sehingga akan
mendukung fungsi jembatan sebagaimana mestinya.
Elastomeric Bearing Pad
terbagi menjadi dua jenis, yaitu Plain Bearing Pad (hanya terdiri dari
elastomer) dan Laminated (Steel Reinforced) Bearing Pad (terdiri dari
lempengan baja untuk membantu menahan daya dan dilekatkan bersama dengan
elastomer).
![]() |
Plain Elastomeric Bearing Pad |
![]() |
Laminated Elastomeric Bearing Pad |
![]() |
(A) polimer tanpa diberi tekanan;
(B) polimer yang diberi tekanan.Ketika tekanan dihilangkan, maka akan kembali ke bentuk semula, seperti gambar A. (Titik-titik menandakan ikatan silang) |
Elastomer sendiri merupakan suatu
polimer dengan viskoelastisitas yang memiliki modulus Young yang rendah
dan yield strain yang tinggi dibanding dengan jenis lain. Istilah
Elastomer diperoleh dari kata polimer elastis, atau bisa dikenal sebagai
karet, meskipun karet lebih dikaitkan dengan istilah
vulkanisat. Setiap monomer yang terikat satu sama lain membentuk suatu
polimer yang terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen, dan atau silikon.
Pada temperatur ruangan, karet bersifat relatif lembut dan dapat diubah
bentuknya. Rantai polimer yang panjang dan bersilangan terbentuk dengan
proses vulkanisasi.
Struktur molekul
dari elastomer dapat diumpamakan seperti “spageti dan bola daging”
dengan “bola daging” yang menandakan persilangan. Sifat elastis
diperoleh dari kemampuan rantai panjang untuk mengatur rantai-rantai
tersebut kembali ke bentuk atau susunan semula ketika tekanan
dilepaskan. Sebagai efek dari sifat fleksibel yang eksrim ini, elastomer
dapat ditarik ulur memanjang dan melebar sampai 5-700%, tergantung dari
sifat materialnya. Tanpa rantai yang saling bersilangan, rantai-rantai
molekul elastomer tidak dapat dengan mudah kembali ke susunan semula,
sehingga apabila diberi tekanan akan berubah bentuk secara permanen.